Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

 

Global Marketing

 

 

Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong perusahaan untuk melakukan pemasaran Global :

 

1. Pasar

 

 

2. Biaya

·                  Ingin memperoleh skala ekonomi

·                  Mempercepat inovasi teknologi

·                  Peningkatan dalam teknologi transportasi (contoh Federal Express untuk mengirim dari satu negara kenegara lain)

·                  Munculnya negara industri baru yang memiliki kemampuan produksi serta buruh murah seperti taiwan, china, tahiland)

 

3. Pemerintah

 

4. Persaingan

·                  Perdagangan dunia semakin meningkat

·                  Beberapa negara tumbuh menjadi pemimpin teknologi (contoh : jepang, )

·                  Meningkatnya kepemilikian  perusahaan oleh akuisitor asing

·                  Muncuknya pesaing-peaing baru terharap perusahaan global (jepang di otomotif dan eklektronik)

·                  Tumbuhnya jaringan global sehingga antar negara terjadi saling ketergantungan (contoh : elektronik )

·                  Banyak perusahaan yangmelakukan outsourcing ke luar. (contoh : Compaq, HP , Nike dll)

 

5. Lainnya

 

Dengan menggunakan strategi Global, perusahaan dapat memperoleh beberapa keuntungan seperti :

 

1. Berkurangnya Biaya

Perusahaan global memperoleh pengurangan biaya melalui :

   

2. Meningkatnya kualitas produk

Fokus dan konsentrasi  hanya memproduksi dalam jumlah relatif  kecil, dibandingkan dalam jumlah besar dapat meningkatkan kualitas produk. Hal inilah yang menjadi salah satu sukses Jepang di industri otomotif.  Toyota (www.toyota.com)memiliki sedikit model dibandingkan Geberal Motor (www.gm.com).

 

3. Meningkatnya preferensi konsumen

Preferensi konsumen bisa meningkat karena ketersediaan global, service global, serta pengenalan global. Industri Soft drink dan fast food merupakan pioner untuk hal ini. 

 

4. Meningkatkan kemampuan kompetisi.

Strategi  global meyediakan lebih banyak kemampuan untuk menyerang serta untuk balik menyerang kompetitornya. Dalam usaha untuk menjaga agar perusahaan Jepang agar tidak semakin penetratif lagi, Becton Dickinson, sebuah perusahaan farnasi amerika, memutuskan untujk masuk ke pasar ‘tetangga’ jepang. Becton  masuk ke pasar Hong Kong, Singapore, dan Philippina  untuk mengurangi penetrasi lebih jauh.

 

 

 

Perusahaan yang ingin go global, sedikitanya ada 4 cara untuk masuk pasar global yaitu melalui  ekspor, menggunakan lisensi, joint venture serta investasi langsung.

1.        Ekspor

Cara yang paling gampang untuk masuk pasar global adalah dengan melakukan kegiatan ekspor. Dikatakan paling mudah karena hampir tidak ada perubahan yang barti pada proses produksi. Produk dibuat di negara asal, baik dengan penyesuaian ataupun tidak. Ekspor sendiri dibedakan atas occasional export dan active export.  Occasional export terjadi kalau kegiatan ekspor yang dilakukan hanya terjadi kalu ada permintaan konsumen dari negara lain/ luar negeri. Sedangkan active export adalah kegiatan ekspor yang dilakukan mandiri oleh perusahaan ke negara-negara tertentu, jadi tidak tergantung ada tidaknya permintaan dari luar.

Ekspor juga busa dibedakan atas dasar ekspor langsung (direct export) dan ekspor tidak langsung (indirect export).

Ekspor langsung dalah kegiatan ekspor yang sebagaian besar atau seluruh aktivitas kegiatan ekspor ditangani oleh perusahaan sendiri. Perusahan sering membentuk cabang (subsidiary) di negara tujuan ekspor.

Ekspor tidak langsung adalah kegiatan ekspor yang dilakukan oleh perantara atau agent yang ditunjuk untuk mewakili perusahaan. Keuntungannya adalah perusahaan bisa menghemat sumber  daya, tetapi biasanya apa usaha pemasaran yang dilakukan perantara tidak akan begitu agresif.

 

2. Lisensi

dalam lisensi sedikitnya ada dua pihak yang terlibat yaitu pemberi lisensi serta penerima lisensi. Penerima lisensi memperoleh hak untuk menggunakan  teknologi, brand, dll yang dimiliki oleh pemberi lisensi dalam kapasitas tertentu dengan membayar royalty

atau fee. Ada beberapa jenis lisensi :

          a. Franchise

Di indonesia lebih popular dengan sebutan wara laba. Model bisnis franchise ini sangat adaptif untuk produk-produk jasa seperti restoran (Planet Hollywood, Fashion cafe), fast food (KFC, MacDe, Wendy’s), Brokerrage (Ray white, Century21), Retail (Walmart, Makro, Ace hardware).

          b. Contract Management

Perusahaan menawarkan keahlian manajemen dalam bidang tertentu sedangkan partner menyediakan prasarana fisik. Hal ini lazim di industri perhotelan contoh : hyatt, accor dll.

          c. Contract manufacture

Pada model pasar global metode ini menjadi sangat lazim, terutama dengan berkembangnya teknologi informasi. Perusahaan berusaha mencari sumberdaya yang lebih murah agar produk perusahaan bisa di produksi dengan murah. Contoh industri komputer. Sebagian pemain komputer utama seperti HP, Compaq sudah melakukan contract manufacture. HP melakukan contract manufacture dengan Quanta electronic (taiwan) untuk memproduksi notebook, demikian juga Qompaq untuk produk boardnya.

 

 

3.Joint Venture

 

 

 

4. Direct Investment

 

 

Menurut Keegen ada beberapa pebdekatan terhadap produk dan promosi lihat gambar :