Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HARGA

Penetapan harga meruipakan salah satu fungsi yang penting dalam pemasaran. Harga merupakan variebel dalam pertukaran. Pada saat perusahaan menyusun program pemasaran, perusahaan dapat bersaing atas dasar harga ataupun bukan harga.  .

Penetapan harga merupakan faktor penentu terhadap permintaan produk. Tetapi harga bukan merupakan satu-satunya  faktor penentu sukses perusahaan.

Pemasar harus mengetahui ‘nilai’ yang diperoleh konsumen darisebuah produk, dan menggunakan hal itu sebagai dasaar penetapan harga

Pentingnya harga bagi Pemasar  

 

Persaingan harga dan bukan harga

Persaingan harga

Menggunakan harga sebagai faktor utama dalam persaingan. Agar bisa bersaingan, maka perusahaan harus mampu memproduksi pada tingkat harga terendah. Perusahaan sering kali harus mau dan dapat  merubah harga, oleh karena itu dibutuhkan respon yang cepat dan agresif. Tetapi pada saat yang sama, pesaing juga dapat bertindak  cepat, sebagai reaksi atas perubahan harga yang terjadi. Konsumen bisa switchin ke produk lain, yang dapat memberikan harga paling murah.
Dalam kurva permintaan, perusahaan akan bergerak dengan cara menaikkan atau menurunkan harga.

 

 

 

 


 

 


 

 

 

 

 


Persaingan bukan Harga

 

Disini perusahaan lebih menekankan pada feature produk, srvisnya, kualitas dsb.  Sehingga jika perusahaan memilih bersaing dengan menggunakan variabel bukan harga, perusahaan bisa menciptakan brand loyalty. Untuk  itu merk/produk yang ditawarkan perusahaan harus bisa dibedakan (memiliki deferensiasi) dengan produk/merk pesaing. Konsumen juga harus bisa menerima deferensiasi itu sesuai dengan apa yang diharapkannya. Differensiasi itu harus dikomunikasikan  untuk menciptakan customer awareness.

Harga yang berbeda (dengan kompetitornya) dianggap sebagai ‘pengganti’ manfaat yang akan diperoleh konsumen. 
Pada kurva permintaan, perusahan harus dapat menggeser kurva itu kekanan bukan atas dasaar harga tetepi atas dasar deferensiasi produk (konsumen harus bisa mnerima dan menginginkan deferensiasi tadi).

 

Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

1. Tujuan Organisasi dan pemasaran,

Harus konsisten/sesuai dengan tujuan organisasi. Jika distribusor di tempat eklusif dengan harga mahal, maka hal itu juga harus esuai dengan tujuan bidang pemasaran perusahaan.

2. Tujuan penetapan harga

3. Persepsi Pembeli

Seberapa penting harga itu bagi target pasar ?
sensitivitas harga berbeda-beda antar segmen dan antar produk (terutama kebutuhan pokok vs lux), oleh karena itu perusahaan perlu mengetahui tingkat harga yang bisa diterima target pasar, serta sensitivitas terhadap perubahan harga.

Perusahaan juga perlu mengetahui ‘kadar’ sensitivitas harga tersebut, untuk mengetahui sensistivitas permintaan karena perubahan harga.


Elastic demand lebih sensitif terhadap harga  jika dibandingkan dengan inelastic demand.
Elastic demand, nilainya lebih dari 1 (-1)
Inelastic demand, nilainya kurang dari  1 (-1)
Unitary demand, nilainya sama dengan 1
lihat : http://hadm.sph.sc.edu/Courses/Econ/Elast/Elast.html

 

Inelastic Demand

 


 
 
 

 

 

 

 


Elastic Demand



 
 
 
 
 
 
 
 
 

Jenis permintaan yang terjadi, tergantung kepada

 

TR = Price * Qtty
jika demand inelastis, maka perubahan harga akan menyebabkan perubahan  TR dalam jumlah yang seimbang (sama)

Jika demand elastis, maka perubahan harga yang sedikit saja akan menyebabkan perubahan  perubahan TR cukup banyak.

Sehingga semakin kurang elastis, memungkinkan perusahaan untuk menaikkan harga jual, dus menikmati margin lebih besar.

 

4. Biaya

Perusahaan, tidak akan bisa bertahan  jika menjual produknya sama dengan biaya yang dikeluarkan atau lebih kecil.

Analysis permintaan, Hubungan Biayan dan profit

Perusahaan perlu menetapkan harga yang akan menutup semua  biaya, ada dua metode :

a.               Breakeven Analysis:

Lihat : http://www.cybersolve.com/breakeventut.html

BEP adalah suatu keadaan dimana biaya produksi sama dengan pendapatan (yang diperoleh dari menjual produknya)

Jenis biaya ::

Fixed cost .....biaya ini tidak berubah walaupun jumlah unit produksi berubah

Variable cost ..biaya ini bervariasi/berbed tergantung kepada jumlah yang diproduksi

                  FC

BEP   = -----------------

    P  - VC/u

 

Berdasarkan analisis ini, maka perusahaan perlu melihat break even point yang terjadi unuk beberapa skenario harga.

b. Marginal Analysis:

Apa yang akan terjadi jika biaya produksi naik untuk setiap unit yang diproduksi ? sehingga kita akan mengetahui dititik mana profit akan maximal. Menurut analisis ini perlu dibedakan antara :

Fixed Cost

Average Fixed Costs, (FC/unit) 

Variable Costs

Average Variable Cost, (VC/Unit)

 Total Cost = (AFC+AVC)*Q

Marginal cost = biaya tambahan yang muncul untuk memproduksi satu unit lebih banyak

Marginal revenue = tambahan revenue ketika jumlah yang terjual bertambah satu

Profit maximal pada  MR = MC, dengan asumsi semua produk terjual

 

5. Variabel  marketing Mix lainnya,

Semua variebel marketing mix saling  berhubungan, contohnya harga menunjukkan kualitasnya, tipe distribusi yang digunakan (selektif/intensive), juga berpengaruh terhadap margin yang diambil oleh wholesaler dan  retailer, juga menunjukkan tipe promosi apa yang pas digunakan.

 

6. Expektasi Distributor

Distibutor mengharapkan memperoleh pendapatan atas jasa (service) tambahan yang diberikan. Perusahaan juga berharap distributor/retailer senang, menghindari konflik, dsb. Perusahaan juga perlu menggaransi kepada wholesaler/retailer bahwa harga yang diberikan merupakan harga terendah yang bisa diberikan.

 

Strategi Penentuan Harga Jual

1. Demand Oriented Pricing:

Berdasarkan strategi ini, maka perlu diukur berapa kira-kira permintaan atas produk, kemudian menghitung besar mark up untuk tiap channel member, kemudian baru melihat biaya untuk membuat produk itu. Perusahaan juga harus membuat skenario permintaan yang akan terjadi untuk beberapa level harga.

Skenario harga ini akan sangat brguna, terutama jika perusahaan percaya bahwaa harga merupakan faktor utama dalam pertimbangan konsumen.
Ada beberapa kebijakan yang muncul :

 

 

2. Cost oriented pricing:

Dengan strategi ini, perusahaan, menentukan lebih dahulu biaya yang timbul kemudian, menambahkan sebesar rupiah tertentu atau prosentase tertentu. Metode ini sangat mudah dikelola.  Ada dua pendekatan :

Cost-plus pricing. Biaya dihitung dulu, kemudian ditambah dengan prosentase tertentu. Laba perusahaan dinyatakan dalam prosentase dari biaya, bukan pejualan. Harga tidak muncul karena permintaan produk. Metode ini baik digunakan jika harga bersifat inelastis, serta perusahaan memiliki  control penuh terhadap harga.  Baik untuk menetukan harga dasar (floor price).

Mark-up pricing, umumnya digunakan oleh retailer. Besarnya  bervariasi antar produk satu dengan yang lain, tergantung kepada tingkat turnover.

 

3. Competitive Oriented Pricing:

harga jual yang ditetapkan perusahaan, didasarkan kepada harga jual kompetitor, terutama untuk produk-produk yang bersifat homogen (=sama). Perusahaan bisa menetapkan harga diatas atau dibawah kompetitor.  Metode ini, baik untuk melakukan estimasi harga, jika marketer tahu harga yang ditetapkan kompetitornya. Tetapi sering kali sulit untuk menentukan, terutama di pasar reseller. Tetapi perusahaan juga harus ingat, bagaimaa dengan struktur pasar ? oligopoly,  persaingan sempurna. Apakah harga dikontrol penuh perusahaan, atau pasar atau pemerintah ?

Ada juga perusahaanyang menetapkan harga secara konsisten yang disebut dengan customary price, dimana harga ditetapkan berdasar tradisi. Conohnya harga tidak akan berubah untuk waktu yang lama. Jika ingin merubah harga, perusahaan merubah ukuran, besar produknya. Atau harga sama untuk semua produk contoh : value$ semua harganya Rp 5000

 

 

 

Price Adjustments

Harga sering kali disesuaikan karena segemen yang berbeda dan situasi-siatuasi berbeda.

Diskon dan Potongan

Diskon dan potongan sering dipakai untuk menarik konsumen, karena harga yang dibayar konsumn lebih murah. Diskon ini dipakai  dengan alasan promosi produk, atau karena konsumen membayar lebih awal. 

-          Fuctional / trade discount, merupakan diskon yang diberikan oleh produsen, kepada middleman (karena fungsinya seperti menjual, menyimpan, mengantar dsb) dalam bentuk potongan sebesar prosentase tertentu. 

-          Cash discount merupakan potongan harga yang diberikan kepada pembeli, karena membayar pada saat tertentu yang ditentukan. Contoh : 2/10, 30/30 pembeli akan mendapat potongan 2 % jika membayar dalam jangka waktu 10 hari, jika dibayar sesudah 10 hari sampai 30 hari tidak akan mendapat potongan serta pinalty

-          Quantity discount potongan harga yang diberikan karena membeli dalam jumlah yang banyak..

-          Seasonal discount  harga diskon yang diberikan karena membeli diluar musim. Contoh : beli jaket hujan di musim panas.

-          Trade in potongan harga yang diberikan karena menukar barang yang sudah dibeli dengan barang yang baru

 

Geographic Pricing

Harga juga dipengaruhi oleh faktor geografis.

-          Free On Board atau harga dasar  FOB  merupakan penetapan harga atas dasar  geografis, dimana harga barang sampai di kapal saja, biaya angkut dibayar pembeli sendiri

-          Uniform-delivered pricing dimana harga ditetapkan sama (untuk semua konsumen) ditambah biaya angkut tanpa memperhatikan loksinya.  This method is fairly easy to administer and advertise nationally. 

-          Zone pricing berarti daerah yang berbeda membayar harga yang berbeda juga, tetapi konsumen di area yang sama membayar harga yang sama. 

-          Basing-point pricing harga yang dibayar konsumen termasuk biaya angkut yang didasarkan atas lokasi tertentu. 

 

Pengaruh Hukum

Hukum membatasi perususahaan dalam menentukan harga. Hukum dan peraturan pemeerintah antar negara satu dengan negara lain berbeda nilai tukar uang juga berubah dari satu waktu ke waktu yang lain. Sehingga harga produk juga berubah, bisa jadi kurang menarik  di suatu negara, tetapi menarik  di negara lain, karena perbedaan nilai tukar. 

-          Predatory pricing , penentuan harga, illegal, menetapkan harga murah (unreasonably low prices) agar pesaing keluar dari bisnis.

-          Price discrimination, menetapkan harga yang berbeda, untuk produk yang memiliki kualitas sama, untuk konsumen berbeda. Harga berbeda ini bisa diterapkan asal karena perbedaan biaya .

-         Dumping yaitu menetapkan harga produk di  negara ‘luar’ dibawah biaya produksi (lebih murah) dibanding dengan harga di negara asal